Jalannya Perang Dunia II

Jalannya Perang Dunia II Menurut Nicholas Tate (2002), setelah Jerman melancarkan serangan ke Polandia pada 1 September 1939, tiga hari kemudian, tanggal 3 September 1939, Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman. Kondisi ini menandai dimulainya Perang Dunia II antara Blok Axis (Poros) yang dipimpin Jerman dengan Blok Sekutu yang dipimpin Inggris. Jerman menerapkan politik lebensraum yang berperan sebagai motivasi kebijakan ekspansionis Jerman. 
Politik ini bertujuan memberikan ruang tambahan untuk pertumbuhan penduduk Jerman demi terciptanya Jerman Raya. Serangan Jerman yang dilakukan dengan mengerahkan seluruh kendaraan perang mulai dari tank hingga pesawat tempur yang mennggempur wilayah musuh dan diikuti gerakan menyapu pasukan Infanteri yang datang dari belakang mengepung kantong-kantong musuh. Metode perang ini disebut sebagai “blitzkrieg” yang berarti “perang kilat”. Dengan metode tersebut menjadikan gerakan ekspansi Jerman sulit dihentikan. Polandia jatuh sebelum September 1939. Setelah enam bulan masa tenang, Hitler menyerang Belgia, Belanda, Denmark, Norwegia dan Perancis. Pada tanggal 22 Juni 1940 dengan gempuran-gempuran yang sangat dahsyat dari Jerman dan Italia semuanya sudah dikalahkan Jerman dengan bantuan Italia, hanya Inggris yang masih bertahan.
Selanjutnya Jerman mencoba untuk menguasai Inggris. Dari bulan Juli hingga September ia melancarkan serangan udara terhadap kapal, bandara dan pelabuhan dan kota-kota untuk memperlemah Inggris sebelum mengirimkan pasukan darat. Namun serangan-serangan Jerman, baik angkatan udara maupun darat dapat dipatahkan oleh pasukan Inggris dibawah pimpinan Perdana Menteri Winston Churchill.
Pada Juni 1941, Jerman dan Italia telah menduduki daerah Balkan, Yugoslavia, Albania dan Yunani serta membujuk Rumania, Hongaria, dan Bulgaria untuk membantu mereka. Serangan ini mendapat perlawanan sengit dari pasukan partisan Yugoslavia dibawah pimpinan Josep Broz Tito. Kemudian pada 22 Juni 1941, Jerman melancarkan serangan besar-besaran kepada mantan sekutunya, yaitu Uni Soviet. Serangan-serangan tersebut berhasil dengan gemulang sehingga negara-negara sekutu dalam posisi bertahan. Namun pada musim dingin 1944, pasukan Rusia dapat memukul mundur pasukan Jerman dengan menerobos jauh ke arah Polandia, Rumania, Yugoslavia, Hongaria seringga dapat mengusir pasukan Jerman dari daerah Balkan.
Di Pasifik, pada 7 Desember 1941, Jepang telah memulai Perang Asia Timur Raya dengan melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai. Keesokan harinya, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang dan negara Poros lainnya. Perang yang melanda Eropa mengakibatkan wilayah koloni Inggris, Perancis dan Belanda di Asia Pasifik terabaikan. Jepang mengambil keuntungan dari kondisi ini. Sehingga dalam waktu 100 hari, Jepang berhasil merebut koloni Inggris di Malaya dan Burma, koloni Amerika Serikat di Filipina, koloni Belanda di Indonesia, dan sejumlah pulau di Pasifik. Untuk membalas serangan Jepang, sekutu menyusun strategi dengan melakukan taktik "Loncat Katak" (Jumping Frog). Stategi ini dipimpin oleh Jendral Douglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimittz.
Pada 7 Mei 1942, sekutu berhasil menghancurkan tentara Jepang di Laut Koral dan pertempuran Midway. Hal ini membuat rencana Jepang untuk menduduki Australia dan kepulauan Hawaii berantakan. Setelah itu, pada 1945, Sekutu berhasil merebut Filipina dan Indo-Cina. Pada awal 1945 pasukan Amerika Serikat mengambil alih Pulau Okinawa dan Iwojima di Jepang. Kemudian, pada 6 Agustus 1945 angkatan udara Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di atas kota Hiroshima dan membunuh lebih dari 80.000 orang. Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki. Selain itu Uni Soviet juga menyatakan perang terhadap Jepang. Semua bencana ini memaksa Kaisar Hirohito untuk menyerah. Tentara Jepang akhirnya menyerah pada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Kejadian ini pula yang membuat Jepang harus angkat kaki dari Indonesia, dan dalam masa transisi tersebut, Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Sebelumnya, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Montgomery pada 23 Oktober 1942 mendapat kemenangan dalam Perang El-Alamein di Afrika Utara. Disusul oleh kemenangan Amerika Serikat di Aljazair, Inggris- Amerika Serikat di Sisilia dan Italia Utara. Adapun, di Italia serangan Sekutu mendapat perlawanan sengit dari pasukan Jerman. Namun, pada 3 September 1943 Italia akhirnya dapat ditaklukkan. Pada 1944, kendali Jerman atas Eropa mulai melemah. Serangan balik Sekutu dimulai pada 6 Juni 1944, dengan serangan besar-besaran di Pantai Normandia oleh Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan pasukan lainnya dibawah pimpinan Jenderal Eisenhower dari Amerika Serikat. Pos pertahanan dibangun dan akhirnya setelah berperang habis-habisan pasukan Sekutu memasuki pertahanan Jerman. Pada Agustus pasukan Sekutu mendarat di Perancis Selatan dan mulai bergerak ke utara. Sebulan kemudian hampir seluruh Perancis telah bebas. Pada pertengahan April 1945, pasukan Sekutu mulai memasuki Jerman tengah dan selatan. Pasukan sekutu melancarkan serangan langsung ke wilayah Jerman dengan menghancurkan pusat-pusat industri Jerman dan berhasil menduduki kota Berlin. Pasukan Jerman terdesak. Pada 7 Mei 1945, Jerman akhirnya menyerah kepada Sekutu.
Dengan menyerahnya Jerman dan Jepang kepada Sekutu, berakhirlah Perang Dunia II. Kekalahan yang dialami pada Perang Dunia I terulang kembali oleh Jerman dan Italia.
Akhir dari Perang Dunia II ialah dengan penandatanganan perjanjian perdamaian antara Sekutu dengan negara yang kalah perang. Perjanjian tersebut antara lain Perjanjian Potsdam antara Jerman dan Sekutu yang dilakukan pada 2 Agustus 1945. Isi Perjanjian Postdam antara lain
  1. Wilayah Jerman dibagi empat daerah pendudukan, yaitu Jerman Timur oleh Rusia dan Jerman Barat oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis.
  2. Danzig dan daerah Jerman bagian timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia
  3. Demiliterisasi Jerman
  4. Penjahat Perang harus dihukum
  5. Jerman harus membayar ganti rugi.
Perjanjian San Fransisco pada 8 September 1951 antara Jepang dan Sekutu. Isi dari perjanjian tersebut adalah:
  1. Jepang di perintah oleh tentara pendudukan Amerika Serikat
  2. Jepang membayar pampasan perang
  3. Daerah pendudukan Jepang dikembalikan kepada pemiliknya
  4. Penjahat perang akan dihukum.[gs]

Related Posts: