Sejarah Kerajaan Majapahit

Sejarah Kerajaan Majapahit – Sobat sekalian, pada kesempatan kali ini Blog ini akan share artikel yang berjudul Sejarah kerajaan Majapahit. Di sekitar sungai Brantas berpusat di Mojokerto. Majapahit merupakan kerajaan terbesar keda di Indonesia setelah Sriwijaya (disebut sebagai kerajaan yang bertaraf nasional kedua). Munculnya majapahit sebagai kerajaan besar didorong oleh :
  • Secara geografis letaknya sangat baik (ditengah nusantara)
  • Terletak di tepi sungai Brantas (mudah dilayari kapal)
  • Tanahnya subur (menghasilkan barang expor)
  • Munculnya tokoh-tokoh negarawan (seperti Raden Wijaya, Gajah Mada)
  • Tidak ada saingan kerajaan lain di Indonesia
  • Di luar Indonesia tidak ada lagi kerajaan besar.
Sejarah Kerajaan Majapahit
Raja-raja Majapahit
Raden Wijaya
Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit pada tahun 1294 M. untuk memperkuat kedudukannya sebagai raja. Raden Wijaya mengawini empat putri Kertanegara yaitu : Tribhuwana (permaisuri); Narendraduhita; Prajnaparamita dan Gayatri
Sri Jaya Negara
Pada pemerintahan Sri Jayanegara banyak timbul pemberontakan, disebabkan: Adanya tidak kepuasan pengikut Raden Wijaya; Sri Jayanegara raja yang lemah dan Sri Jayanegara lebih mengutamakan kepentingan keluarga.
Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi pada masa Sri Jayanegara antara lain: Pemberontakan ranggalawee tahun 1309 M; Pemberontakan Lembu Sora tahun 1311 M; Pemberontakan Juru Demung tahun 1313 M; Pemberontakan Mandana dan Wagal tahun 1314 M; Pemberontakan Nambi tahun 1316; Pemberontakan Lasem dan Semi tahun 1318 M dan Pemberontakan Kuti tahun 1319 M.
Pemberontakan yang paling berbahaya adalah pemberontakan Kuti, sebab Kuti berhasil menduduki Ibukota kerajaan, Sri Jayanegara terpaksa melarikan diri ke desa Badander dibawah pimpinan Gajah Mada. Setelah diketahui pendukung Jayanegara masih banyak Gajah Mada menyerbu ke kota dan berhasil menewaskan kuti., akhirnya Jayanegara dibawa ke ibukota dan melanjutkan pemerintahan.
Pada tahun 1328 M Jayanegara meninggal dunia dibunuh oleh Tabib yang bernama Tanca, akhirnya Tanca dibunuh oleh Gajah Mada. Peristiwa itu disebut Peristiwa Tanca (Patanca)
 Tribhuwana tunggadewi
Jayanegara digantikan Tribhuwanatunggadewi, bersama suaminya beliau menjalankan pemerintahan. Pada pemerintahannya timbul pemberontakan Sadeng dan Keta tahun 1331 M. Pemberontakan dapat dipadamkan Gajah Mada dan beliau diangkat sebagai maha patih, kemudian mengucapkan “Sumpah Palapa (isinya Gajah mada tidak akan bersenang-senang sebelum berhasil mempersatukan nusantara di bawah kekuasaan Majapahit)
Hayam Wuruk
Tribhuwana digantikan putranya Hayam Wuruk. Pada masa pemerintahan hayam Wuruk inilah Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Dalam kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dikatakan bahwa kekuasaan Majapahit sangat luas (hampir meliputi seluruh Republik Indonesia seperti sekarang). Yang belum berhasil dikuasainya adalah kerajaan Sunda.
Untuk Menguasai kerajaan Sunda Gajah Mada menghendaki perkawinan Hayam Wuruk dengan putri kerajaan Sunda (Dyah Pitaloka) . karena terjadi salah pahamberakhir dengan peperangan dan disebut Perinstiwa Bubat (terjadi di daerah Bubat) Dyah Pitaloka akhirnya bunuh diri.
Sepenginggal Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Majapahit mengalami kemunduran. Gajah Mada meninggal tahun 1364 M, Hayam Wuruk meninggal tahun 1389 M
Wikramawardhana
Pengganti Hayam Wuruk adalah Wikrama Wardhana, ia adalah suami Kusumawardhani (putri Hayam Wuruk). Dari selir Hayam Wuruk mempunyai putra, yaitu Bhre Wirabhumi (kekuasaannya sekitar Blambangan). Kedua saudara akhirnya menimbulkan perang saudara. Yang disebut Perang Paregreg (1401 – 1406). Perang ini dimenangkan Wirakramawardhana, dengan terbunuhnya Bre Wirabumi. Peristiwa dijadikan dasar cerita “Damarwulan – Minakjingga”
Masa Kemunduran Majapahit
Sebab-sebab kemunduran Majapahit:
  • Tidak ada Negarawan yang tangguh (untuk me,mpertahankan wilayah yang sangat luas)
  • Perang saudara yang berlarut-larut (antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi/Perang Paregreg).
  • Sistem pemerintahan yang otonomi (menyebabkan daerah-daerah melepaskan diri)
  • Kemunduran ekonomi dan perdagangan.
  • Pengaruh agama Islam.
Perekonomian Majapahit
Perekonomian mengandalkan pelayaran dan perdagangan tanpa meninggalkan pertanian. Disamping juga menjalin hubungan dengan negara-negara tetangga dengan baik (Mitreka Satata) seperti : Siam, Burma, Campa, dan Anam.
Hasil Kebudayaan Majapahit.
Berkembang dengan baik, kerajaan Majapahit terkenal dengan seni bangunan berbentuk candi, antara lain : Candi Panataran di Blitar; Candi Pari dekat Porong; Candi Tikus dekat Mojokerto; Candi Sumberjati; Candi Antan Pura; Candi Rimbi; Candi Tigawangi; Candi Sorawana. Selain candi, kerajaan Majapahit menghasilkan pujangga-pujangga terkenal antara lain : Mpu Tantular dengan karyanya : Kitab Negarakertagama, Arjuna Wiwaha dan Sutasoma; Gajah Mada dengan hasil karyanya Kitab Hukum Kutaramanawa (disesuaikan dengan adat yang berlaku di Majapahit).[gs]

Related Posts: