Masa Prasejarah di Indonesia

Masa Prasejarah di Indonesia – Sobat sekalian, pada kesempatan kali ini Blog ini akan membahas artikel sejarah mengenai Materi masa prasejarah atau praakasara di Indonesia.
Manusia Purba di Indonesia
  • Pithecan thropus erectus. Artinya manusia kera yang berjalan tegak. Fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari Belanda bernama Eugene Dubois, di desa Trinil Ngawai Jawa Timur tahun 1891.
  • Meganthropus Palaeojavanicus. Artinya manusia besar tertua dari Jawa. Fosil ini ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran Surakarta tahun 1941;
  • Homo. Artinya Manusia. Ada dua jenis fosil homo. Yaitu Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. jenis Manusia Homo antara lain: Homo Soloensis artinya manusia dari Solo. Fosil ini ditemukan oleh Ter Haar dan Oppenort di daerah Ngandong lembah Bengawan Solo; Homo Wajakensis artinya manusia dari Wajak. Fosil ini ditemukan di desa Wajak dekat Tulungagung Jawa Timur oleh Eugene Dubois tahun 1889, mirip dengan penduduk asli Australia.  Berdasarkan perkembangannya dikenal jenis homo yang lain. Yaitu Homo Sapiens artinya Manusia Cerdas, jenis ini lebih sempurna dan dikatakan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia yang berasal dari Yunan.
Urut-urutan yang lebih tua Meganthropus, pithecanthropus, Homo.
Masa Prasejarah di Indonesia
Manusia Purba diluar Indonesia
  • Manusia purba di China. Disebut Homo Pekinensis artinya Manusia dari Peking (Sekarang Beijing). Fosil ini ditemukan di Gua Choukoutien sekitar 40 KM dari Peking oleh Davidson Black (orang Kanada).
  • Manusia purba di Afrika. Disebut Homo Africanus artinya manusia dari Afrika. fosil ini ditemukan oleh Raymond Dart di dekat pertambangan Taung Bostwana tahun 1924.
  • Manusia Purba di Eropa. Disebut Homo Neandherthalensis artinya manusia Neanderthan. Fosil ini ditemukan oleh Rudolf Virchow di lembah Neadher Dusseldof Jerman Barat tahun 1856.
Zaman Prasejarah
Zaman prasejarah adalah zaman pada saat manusia belum mengenal tulisan (Disebut juga zaman belum ada tulisan). Dimulai sejak adanya manusia sampai manusia mengenal tulisan. Sumber yang digunakan untuk mengetahui kehidupan prasejarah antara lain fosil dan artefak. Fosil adalah sisa mahluk yang telah membatu (menjadi batu). Fosil yang dapat memberi petunjuk disebut fosil pandu ( Keifosil); Artefak adalah alat-alat yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (terbuat dari batu, tulang maupun logam).
Cara mempelajari peninggalan sejarah zaman purba ada dua cara :
  • Cara stratigrafi adalah cara mempelajari peninggalan purba berdasarkan letaknya di dalam lapisan tanah (sesuai lapisan tanah)
  • Cara Tipologi adalah cara mempelajari peninggalan purba dengan mengelompokkan benda-benda purbakala ke dalam kelompok yang sejenis.
Pembagian zaman prasejarah
Pembagian zaman berdasarkan hasil kebudayaan. Kehidupan zaman prasejarah dibedakan menjadi dua :
Zaman Batu
Zaman Batu. Yaitu zaman dimana semua peralatan dibuat dari batu. Dibedakan menjadi empat yaitu : 
  • Zaman Batu Tua (Palaeolithicum) Memiliki ciri-ciri : Peralatan terbuat dari batu; Jenis alat yang digunakan (Kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih); Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu; Bertempat tinggal berpindah-pindah (nomaden); Belum mengenal seni.
  • Zaman Batu Madya (mesolithicum). Memiliki ciri-ciri : Peralatan terbuat dari batu; Jenis alat yang digunakan (Kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih); Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu; Bertempat tinggal berpindah-pindah (nomaden); Ditemukannya Kjokkenmoddinger (bukit-bukit  karang hasil sampah dapur); ditemukannya Abris Sous Roche (gua-gua sebagai tempat tinggal); Sudah mengenal seni (lukisan pada dinding gua berbentuk cap tangan dan babi hutan; Alat yang digunakan disebut peble/Kapak Sumatra.
  • Zaman Batu Muda (neolithicum). Zaman ini merupakan revolusi pada zaman prasejarah (terjadi perubahan yang mendasar). Dan telah mengenal hasil-hasil kebudayaan sebagai berikut : Peralatan sudah dihaluskan, diberi tangkai. Jenis alat yang digunakan kapak persegi dan lonjong; Pakaiannya dari kulit kayu, perhiasannya dari batu dan manik; Telah bertempat tinggal menetap (sedenter); Telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme .
  • Zaman Batu Besar (megalithicum). Hasil kebudayaannya umumnya terbuat dari batu dalam ukuran besar. Hasil benda-bendanya sebagai berikut : Menhir yaitu tugu yang terbuat dari batu besar (untuk tempat memuja arwah leluhur); Dolmen yaitu meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji; Kubur batu yaitu tempat menyimpan mayat.; Waruga yaitu kubur batu yang berbentuk kubus; Sarkofagus yaitu kubur batu yang berbentuk lesung; Punden berundak yaitu batu yang disusun berundak-undak (bertingkat) .
Zaman Logam
Zaman logam. Yaitu zaman dimana manusia sudah menggunakan peralatan yang dibuat dari logam. Zaman ini dibedakan menjadi tiga yaitu:
  • Zaman perunggu. Yaitu zaman dimana peralatan yang digunakan di buat dari perunggu, diantaranya : Nekara Yaitu genderang besar terbuat dari perunggu yang digunakan untuk upacara mengundang hujan. Nekara terbesar ditemukan di Bali yang disimpan di Pura Besakih yang disebut The Moon Of Pejeng; Moko yaitu genderang kecil terbuat dari perunggu yang digunakan untuk upacara keagamaan atau mas kawin; Kapak corong – kapak sepatu; Arca perunggu berbentuk orang atau binatang; Bejana perunggu berbentuk gitar spanyol tanpa tangkai; Perhiasan perunggu berupa gelang, cincin, dan kalung.
  • Zaman Tembaga. Indonesia tidak mengalami zaman tembaga, setelah zaman perunggu Indonesia memasuki zaman besi.
  • Zaman Besi. Menghasilkan benda peralatan hidup dan senjata, antara lain tombak, mata panah, cangkul, sabit dan mata bajak.
Pembagian zaman berdasarkan corak kehidupan
Berdasarkan corak kehidupannya, zaman prasejarah dibedakan menjadi tiga masa yaitu :
Masa meramu dan berburu
Manusia dizaman ini mencari makan dengan mengumpulkan makanan dari hasil hutan (ubi, talas, buah-buahan, dan sayur-sayuran) dan berburu binatang (banteng, kerbau liar, babi, rusa, dan burun)
Alat-alat yang digunakan :
  • Kapak perimbas untuk merimbas kayu menguliti binatang dan memecah tulang.
  • Alat serpih untuk melobangi dan menusuk.
  • Kapak genggam untuk menggali ubi dan memotong daging binatang buruan.
  • Mata tombak dan tangkai tombak untuk berburu.
  • Mereka membuat api dengan cara menggesek-gesekkan dua batu, sehingga keluar percikan-percikan api.
Masa bercocok tanam.
Zaman ini merupakan revolusi pada masa prasejarah (mengalami perubahan yang besar). Dan telah mengenal cara hidup :
  • Cara hidup meramu dan berburu berubah menjadi bercocok tanam di ladang ataupun sawah.
  • Bertempat tinggal yang berpindah-pindah menjadi menetap (sedenter)
  • Peralatan hidup dari batu halus.
  • Kepercayaan mulai berkembang.
Masa Perundagian (Pertukangan)
Kehidupannya mulai menetap dalam kelompok-kelompok perkampungan. Lahir kelompok undagi (kelompok yang mempunyai keahlian menciptakan suatu barang)
Nenek Moyang bangsa Indonesia
Asal usul ras bangsa Indonesia
Di dunia ada ras Mongoloid yang termasuk di dalamnya :
  • Asiatik Mongoloid (Cina, Jepang dan Korea)
  • Malayan Mongoloid (Melayu)
  • American Mongoloid (Suku Indian)
Bangsa Indonesia termasuk ras Mongoloid, terutama Malayan Mongoloid.
Penyebaran Nenek moyang bangsa Indonesia.
Menurut pendapat Kern da Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia, terutama dari Yunan. Mereka berangkat dari Yunan menyebar ke selatan, antara lain ke Indonesia.
Penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia melalui dua periode :
  • Periode persebaran tahun 1500 SM. Persebaran ini disebut Proto Melayu, melalui dua jalur : Jalur barat/selatan yaitu Yunan-Malaya-Sumatera dan Jawa – Kalimantan; Jalur timur/Utara yaitu Yunan – Vietnam – Filipina – Sulawesi.
  • Periode persebaran tahun 500 SM. Persebaran ini disebut Deutro Melayu, melalui satu jalur : Yaitu dari Yunan – daratan asia – Semenanjung Malaya – Sumatra dan Jawa.
Bangsa Indonesia termasuk keturunan periode proto Melayu adalah suku Toraja dan Suku Dayak. Keturunan Deutro Melayu adalah suku Jawa dan Bugis. Bangsa Indonesai telah mengenal animisme (yaitu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap mahluk/benda memiliki roh/jiwa/nyawa) dan dinamisme (yaitu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap mahluk/benda memiliki kekuatan gaib).[am].

Related Posts: