Judul Skripsi Sejarah Arkelologi III

Judul Skripsi Sejarah Arkelologi III – Sobat Sekalian, pada kesempatan kal ini, Blog ini akan publish mengenai kumpulan judul Skripsi sejarah Arkeologi III, diharapkan kumpulan judul skripsi sejarah arekeologi III ini dapat dijadikan bahan perbandingan kepada mahasiswa yang akan menyusun tugas akhir atau skripsi pada jurusan serupa, simaklah selengkapnya:
  1. Kompleks Benteng Alla di Kabupaten Enrekang (Suatu Tinjauan Arkeologi)
  2. Makam Batu Bergores Situs Mangkaluku Kabupaten Luwu 
  3. Peninggalan Megalitik Situs Anrong Guru La Goppo Bulukumba
  4. Nisan Tipe Menhir pada Kompleks Makam Lasipae Kecamatan Sajo Angin Kabupaten Wajo 
  5. Penerapan Teknologi Prasejarah pada Alat Sambe di Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan   
  6. Peninggalan Lumpang Batu pada Situs Wotunonjo Sulawesi Tengah (Suatu Studi Pemukiman)           
  7. Situs Tallasa Kabupaten Maros (Studi Arkeologi Ekologi)     
  8. Kompleks Makam Situs di Kecamatan Kajuara Kab. Bone   
  9. Situs Lamatti Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai (Suatu Studi Pemukiman)       
  10. Distribusi Artefak Situs Binuang Kabupaten Bone      
  11. Unsur-unsur Pra Islam pada Makam Karaeng Cidu Daeng Metannang Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba     
  12. Sampah Dapur Moluska Indikasi Perolehan Makanan Musiman pada Situs Leang Pattae Kabupaten Maros   
  13. Kajian pada Kaligrafi Kompleks Makam Katangka Kabupaten Gowa         
  14. Nisan-nisan pada Kompleks Makam Kuno Kajuara Kecamatan Barru Kabupaten Barru           
  15. Masjid Kuno Tajong di Desa Tajong Kabupaten Bone (Suatu Pendekatan Arsitektur)   
  16. Situs Bialo Kabupaten Bulukumba (Indikasi Pemukiman)
  17. Nisan dan Cungkup Makam pada Kompleks Makam Datu Lacincing Kodya Pare-Pare (Suatu Tinjauan Arkeologi)
  18. Perencanaan Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi yang Berbasis Masyarakat pada Kawasan Gua-gua Prasejarah Biraeng Kabupaten Pangkep     
  19. Lukisan Dinding Gua-gua Prasejarah Pulau Pangkep Sul-sel dan Pulau Muna Sulawesi Tenggara (Tinjauan Sosial Ekonomi)     
  20. Antisipasi Efek Peledakan dengan Diagram Zoning terhadap Kelestarian Gua Prasejarah Sul-sel           
  21. Distribusi Keramik Situs Tamarupa Kabupaten Pangkep (Suatu Tinjauan Arkeo-ekologis)       
  22. Sistem Perolehan Moluska Pada Leang Jarie, Kabupaten Maros    
  23. Tulang-tulang Binatang Situs Leang Jarie Kabupaten Maros (Analisis Zooarchaeology)          
  24. Makam Islam Kuno di Kecamatan Mare Kabupaten Bone    
  25. Analisis Fungsional Peninggalan Megalitik pada Situs Sumaling Kecamatan Mare Kabupaten Bone 
  26. Situs Lembang Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng (Studi Pemukiman)          2001
  27. Tradisi Pembuatan Gerabah di Sandi Kabupaten Takalar (Suatu Tinjauan Etnoarkeologi)       
  28. Studi Gender terhadap Masyarakat Pembuat Gerabah di Jipang (Perspektif Etnoarkeologi)     
  29. Tradisi Megalitik Situs Batu Datar Salassae di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba           
  30. Makna Simbolis pada Istana Kesultanan Buton Sulawesi Tenggara (Suatu Tinjauan Struktural)           
  31. Desain Sistem Informasi Situs Mallawa Kabupaten Maros   
  32. Kompleks Makam I Ma’dik Daeng ri Makka di Kelurahan Tonro Kassi Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto        2001
  33. Teknologi Tempa Besi di Massepe (Suatu Studi Arkeologi)  
  34. Bentuk-bentuk Ragam Hias pada Kompleks Makam Raja-raja Luwu Lokkoe Palopo     
  35. Distribusi Keramik Situs Tamarupa Kabupaten Pangkep (Suatu Tinjauan Arkeo-ekologi)         
  36. Pengaruh Polusi Asap terhadap Gua-gua Prasejarah di Desa Biringere Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep          
  37. Aspek-aspek Megalitik pada Upacara Riammasei Desa Belokka Kabupaten Sidrap (Studi Etnoarkeologi)         
  38. Batu Perjanjian Lamungpatue di Kabupaten Bone    
  39. Tambang Batu Bara Jepang di Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep
  40. Teknologi Alat Batu Inti pada Situs Ralla Kabupaten Barru   
  41. Keramik Asing di Situs Bawah Air Taka Bulango Kabupaten Pangkep Sebagai Sumber Data Arkeologi      
  42. Kompleks Makam Buntu Pandan Bolang Kecamatan Alla’ Kabupaten Enrekang
  43. Kompleks Makam Karaeng Tobo Daeng Maddingki Kabupaten Bulukumba
  44. Kompleks Makam Pundata Baji Kabupaten Pangkep
  45. Peninggalan Arkeologis di Situs Aka’e Kelurahan Segeri Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep       
  46. Perubahan Teknologi Pertanian di Ponre Kabupaten Barru 
  47. Situs To Puang Kecamatan Angngeraja Kabupaten Enrekang       
  48. Persepsi Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin terhadap Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tentang Benda Cagar Budaya 
  49. Perubahan Sosial Masyarakat Sanrobone Abad XVII-XIX (Suatu Interpretasi Arkeologi Berdasarkan Data Keramik Asing dan Konteks)          
  50. Distribusi Teknologi dan Fungsi Gerabah pada Situs Gua-gua Prasejarah Bellae Kabupaten Pangkep       
  51. Pengelolaan Koleksi Arkeologi di Museum La Galigo Makassar      
  52. Pola Pemukiman di Tana Toraja 
  53. Kubur Kuno Batutu di Desa Osango Kecamatan Mamasa Kabupaten Polmas    
  54. Bangkai Perahu pada Situs-situs di Perairan Selat Makassar          
  55. Arsitektur Gereja Protestan Immanuel Makassar         
  56. Fungsi dan Makna Peninggalan Megalitik di Situs Bissorang Kabupaten Selayar          
  57. Kota Makassar Akhir Abad XVII Hingga Awal Abad XX (Suatu Studi Arkeologi Ruang) 
  58. Tinggalan Alat Batu di Situs Balubu Kecamatan Bengo Kabupaten Bone (Suatu Analisis Teknologi dan Fungsional)          
  59. Temuan Arkeologis Situs Baranti Kecamatan Bongga Karadeng Kabupaten Tana Toraja        
  60. Perkembangan Pemukiman Situs Lakudo Kabupaten Buton dari Abad XIV-Pertengahan Abad XX (Berdasarkan Analisis Pola Sebaran Temuan Arkeologis)          
  61. Situs Makam Karaeng Campagaya di Dusun Kaledupa Taeng Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan   
  62. Benteng Sebagai Pemukiman Suatu Analisis terhadap Benteng Garassi di Kabupaten Gowa
  63. Kompleks-komples Makam Islam di Kerajaan Gowa (Suatu Studi Pola Keletakan Makam)       
  64. Pengelolaan Situs Villa Yuliana di Watan Soppeng Kabupaten Soppeng
  65. Konservasi Keramik Asing dari Situs-situs Bawah Air Selat Makassar (Efektifitas Penggunaan HCI dan HP)
  66. Analisa Sebaran Artefak Batu Prasejarah Situs Aji’tang Dusun Balubu Kubba-Bone    
  67. Teknik Konservasi dan Dampaknya terhadap Dinding Barat Benteng Rotterdam
  68. Situs Pemukiman Sidenreng Tua di Kabupaten Sidrap Propinsi Sulawesi Selatan Berdasarkan Perspektif Data Arkeologi dan Lontara   
  69. Peninggalan Bangunan-bangunan Kolonial di Dalam Fort Rotterdam      
  70. Makna Simbolik Pelengkap Tongkonan di Situs Kairo Sangngalla 
  71. Arsitektur Bangunan Kolonial Pengadilan Negeri Makassar
  72. Kompleks Makam Petta Pallase’-laseE di Kabupaten Barru 
  73. Peninggalan Arkeologi Situs Tonrang Peppingnge Kabupaten Pinrang   
  74. Studi Artefak Kerang di Situs Gua Karama Kecamatan Maros Utara Desa Salonreng Dusun Rammang-rammang         
  75. Lukisan Dinding Gua pada Situs Rammang-rammang di Kecamatan Maros Utara Kabupaten Maros
  76. Klenteng Siong-ma di Makassar (Suatu Analisis Arkeologis)           
  77. Pecinan Makassar : Suatu Kajian Arkeologi Pemukiman      
  78. Peninggalan Bendungan Kolonial di Benteng Kabupaten Pinrang
  79. Makna Beberapa Motif Hiasan Gores pada Gua Cucukang di Situs Karampuang Kabupaten Sinjai 
  80. Determinasi Lingkungan dalam Penempatan Benteng – Benteng Kerajaan Gowa
  81. Kompleks Benteng Wotu Tua di Desa Lampenai Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur (Suatu Tinjauan Arkeologi)          
  82. Bangunan-bangunan Kolonial di Pare-pare (Kajian Pelestarian dan Pemanfaatan Sumberdaya Arkeologi)     
  83. Pengaruh Alam terhadap Arsitektur dan Landscape Tongkonan Layuk Papa Batu Tumakke di Lembang Banga Tana Toraja      
  84. Konstruksi Benteng Garassi         
  85. Pendokumnetasian Berbasis Komputer Lukisan Gua Prasejarah Maros – Pangkep      
  86. Penguburan pada Situs Garassi Kabupaten Gowa     
  87. Arsitektur Tradisional Balla’ Kambara di Tolo Kabupaten Jeneponto          
  88. Analisis Bentuk, Fungsi dan Peranan Keramik Asing Bacukiki Kotamadya Pare-pare Sulawesi Selatan         
  89. Sebaran dan Analisis Fungsional Budaya Megalitik di Situs Batu Pake Gojeng Kabupaten Sinjai           
  90. Pembuktian Secara Arkeologis Beberapa Toponim Situs Kerajaan Balangnipa
  91. Fungsi dan Peranan Klenteng Chu Su Kong dalam Budaya Masyarakat Tionghoa I Kota Makassar      
  92. Arsitektur Gedung Mulo    
  93. Evidensi Bentuk Artefaktual terhadap Data Naskah dan Toponim Berdasarkan Aktifitas Masyarakat di Situs Tinco Kabupaten Soppeng           
  94. Analitical Hierarchy Processes; Studi Kasus Batu Sebagai Media Kubur di Sangngalla Kabupaten Tana Toraja     
  95. Makna Simbolik Struktur Gambar Prasejarah dalam Ruang Skala Mikro pada Gua Garunggung Desa Limbua Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep
  96. Pola Pemukiman dalam Wilayah Benteng Kalegowa
  97. Pewatakan Situs Arkeologi Situs Mallawa Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros
  98. Ketersediaan Sumber Pangan dan Daya Dukung Lingkungan dalam Upaya Perolehan Makanan pada Manusia Pendukung Kebudayaan Gua Pasaung
  99. Bentuk Makam pada Kompleks Makam Karaeng Bungaya Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa     .
  100. Konstruksi Fort Rotterdam (Suatu Tinjauan Arkeologis)        
  101. Ragam Hias Makam Tionghoa di Kompleks Makam Tinggimae Kabupaten Gowa          
  102. Arsitektur Tradisional Rumah Adat Batak Karo Di Desa Lingga Tanah Karo Sumatera Utara (Suatu Tinjauan Arkeologi)
  103. Lukisan Fauna pada Dinding Gua Prasejarah Lambatorang Kabupaten Maros
  104. Tipe-tipe Nisan pada Kompleks Makam Kuna Karaeng Dea Daeng Lita di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba     
  105. Kerusakan Bahan Baku Makam dan Upaya Penanganannya pada Kompleks Makam Raja-raja Lamuru         
  106. Korelasi Motif Hias Gerabah Manding pada Sarung Sutera Mandar Sulawesi Barat        
  107. Sisa-sisa Peninggalan Megalitik pada Situs Karampuang Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai 
  108. Makna Simbolis Tanduk Kerbau pada Masyarakat Sangngalla (Suatu Studi Kasus Tongkonan Sangngalla Kabupaten Tana Toraja)     
  109. Sebaran Situs Arkeologi di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur       
  110. Pola Sebaran Situs Kerajaan Bangkala Berdasarkan Data Toponim dan Data Arkeologi          
  111. Makam Datu Lacincing Kotamadya Pare-pare Sulawesi Selatan (Studi Komparasi)        
  112. Model Pemanfaatan Gua-gua Prasejarah di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan
  113. Perkembangan Kota Watampone Periode Pemerintahan La Pawawoi Karaeng Segeri Sampai Periode Pemerintahan La Mappanyukki (Kajian Arkeologi Keruangan)     
  114. Pola Pemukiman Situs Tangan di Kecamatan Mengkendek
  115. Studi Pemukiman di Situs Tanete Kabupaten Barru  
  116. Situs-situs Kerajaan Soppeng di Kabupaten Soppeng (Analisis Arkeologi Keruangan) 
  117. Studi Pemukiman Tingkat Semi Mikro terhadap Situs Benteng Wolio Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara      
  118. Kompleks Makam Punaga (Kassi Bumbung) Kecamatan Manggara Bombang Kabupaten Takalar          
  119. Pertimbangan Keletakan Sumur dalam Wilayah Benteng Kale Gowa
  120. Pengembangan dan Pemanfaatan Pada Kompleks Makam Petta Pallase’-LaseE di Kabupaten Barru 
  121. Sistem Penataan Ruang Situs Ke’te Kesu Kabupaten Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan           
  122. Evaluasi Studi Etnoarkeologi pada Skripsi Mahasiswa Arkeologi Universitas Hasanuddin Tahun 1992-2002
  123. Perkembangan Sistem Penyediaan Air Bersih di Kota Makassar Tahun 1924-2006 (Studi Arkeologi Industri)  
  124. Tipologi Situs Arungkeke Palantikang Kabupaten Jeneponto          
  125. Situs Punaga Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar (Suatu Studi Pemukiman)   
  126. Pusat Kerajaan Tolo Abad XVII-XIX        
  127. Pandai Besi Kerajaan Gowa di Desa Taeng Kabupaten Gowa        
  128. Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi Bawah Air di Kawasan Taka Bulango Kabupaten Pangkep           
  129. Distribusi Sebaran Arkeologi Bawah Air di Selat Makassar   
  130. Situs Megalitik Lampe “Sesu” Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep
  131. Kompleks Makam Kuno Lombeng Susu di Majene (Suatu Tinjauan Arkeologi)
  132. Konservasi Arkeologi Arca Batu dari Dayanggino Galung Tappalang Mamuju    
  133. Tinjauan Koleksi Gerabah SPSP Sul-Sel         
  134. Moluska Sebagai Sisa Sampah Dapur Prasejarah pada Situs Gua-Gua Minasatene
  135. Wadah Kubur di Gua Passea Ara Kab. Bulukumba (Suatu Tinjauan Arkeologi)
  136. Lukisan Dinding Gua Metandanao dan Gua Kabori Pulau Muna Sulawesi Tenggara     
  137. Situs Megalitik Ke’pe di Tana Toraja (Suatu Tinjauan Arkeologi)     
  138. Lukisan Prasejarah Dinding Leang Caddia Minasatene Pangkep. 
  139. Situs Laleng Benteng di Watang Soppeng (Kajian Arkeologi Sejarah)
  140. Kreweng di Gua prasejarah Batu Ejaya (Analisis Arkeologi) 
  141. Pemukiman Kuno Allakanangnge Ri Latanete Kec. Pammana Wajo
  142. Perkembangan Arsitektur Tradisional Rumah Adat Di Toraja (Analisis Arkeologi)
  143. Nisan Tipe Menhir pada Kompleks makam Lasi Pae desa Sakoli Kec. Sojoangin Wajo
  144. Konstruksi Benteng Sanro Bone Sebagai Salah Satu Unsur Pertahanan Kerajaan Gowa Abad XVII (Tinjauan Berdasarkan Tata Letak)
  145. Batu Tegak Sebagai Tiang Rumah di Lore Utara Sulawesi Tengah 1994
  146. Penempatan dan Persebaran Tinggalan Megalitik Pada Situs Madenia Kab. Soppeng.
  147. Tipologi Dan Hirarki Situs Gua-Ceruk di Desa Liang Kabori Kecematan Lohid, Kab. Muna Sulawesi Tenggara      
  148. Tinggalan Serpih Bilah situs Karama Kab. Jeneponto           
  149. Peninggalan Megalitik situs Gawarie Kec. Marioriwawo
  150. Pelestarian dan Pemanfaatan Situs Paleolitik Cabbengge, Kab Soppeng.
Demikianlah Daftar Judul Skripsi Sejarah Arkelologi, dan judul skripsi diatas merupakan judul skripsi milik Unhas Jurusan Arkeologi. Semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[am]

    Related Posts: