Pandanganku Tentang Pendidikan Gratis di Indonesia

Pandanganku Tentang Pendidikan Gratis di Indonesia – Sebuah judul yang tentunya dapat kita tebak arah pemikiran dari judul diatas, yakni pandangan atau opini seseorang mengenai keadaan pendidikan di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara kita menjamin bahwa pencerdasan insane-insan Indonesia tanpa terkecuali sudah dijamin oleh Negara, namun kenyataan bisa kita lihat saat ini, banyak anak-anak kita khususnya dari kaum pinggiran belum merasakan bangku sekolah menengah. Misalnya tingkat SMP, lebih-lebih jenjang pendidikan SMA. Anak-anak dari kaum pinggiran ini punya alasan klasik, kenapa mereka tidak lanjut sekolah, alasan klasik itu adalah soal Bea atau duit. Mereka beralasan bahwa untuk sekolah ke tingkat menengah, mesti ada banyak duit, meski banyak uang.
Tapi untuk saat ini, tngkat SMP tidak lagi dipungut biaya, dengan adanya kebijakan pusat mengenai waib belajar 9 tahun (6 tahun SD + 3 tahun SMP). Kebijakan pemerintah ini memang patut diacungi jempol, soalnya setelah puluhan tahun Indonesia merdeka, baru dekade ini, Pemerintah pusat mewujudkan amanat UUD 1945.
Kenytaan pun semakin cepat berubah, boleh dibilang, bagi mereka yang uman lullusan SMP, maka otomatis dunia kerja (kerja yang layak) bagi mereka sangat jauh. Nah untuk mengejar ketertinggalan itu, pemerintah pusat hendaknya membebaskan bea untuk jenjang SMA bagi seluruh anak-anak di Indonesia, memang sudah ada sebagian kecil pemerintah daerah yang berinisiatif mengratiskan jenjang SMA, wajib belajar 12 tahun (6 tahun SD + 3 tahun SMP dan 3 tahun SMA). Pemerintah daerah yang menggratiskan SMA itu bisa kita rujuk pada pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Gubernur Syahrul yasin Limpo). Sejak tahun 2013, pemerintah daerah Sulsel telah menggratiskan SMA, dalam artian tidak ada lagi anak usia SMA yang tidak sekolah karena ketiadan biaya atau kekurangan uang.
Akhirnya Kami berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan regulasi tentang pendidikan gratis 12 tahun bagi seluruh anak negeri tanpa terkecuali. Bukankah pendidikan itu merupakan hak dasar dan modal utama agar negera kita bisa mengejar ketertinggalan dari Negara-negara Maju di Asia maupun Negara-negara maju di Eropa… Salam Pendidikan Indonesia.[am]